My Death Flags Chapter 8

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

 

Keluar dari ruangan bergaya Jepang, Kazuki dibimbing oleh Erika ke taman, yang dirawat dengan baik.

Erika, yang berganti dengan geta hitam, berjalan di depan sambil membuat suara dentingan.

 

Dia berhenti di bawah pohon besar, yang tingginya lebih dari 20m. Dengan pemandangan bunga sakura yang berterbangan seperti hanya ilusi, ia berpaling ke arah Kazuki.

 

“Menyapa lagi. Saya putri Tasuku Sumeragi, Erika Sumeragi.” (Erika)

 

“Harold Stokes.” (Harold)

 

Begitu mereka selesai memberitahu nama, menjadi hening lagi. Gaya bicara Harold tidak memberikan atmosfer ramah sama sekali.

 

(Atau lebih tepatnya, sejak kapan nada ini kembali ………)

 

Kalau dipikir-pikir, ia ingat bahkan dalam cerita aslinya, Harold akan selalu berbicara dengan nada keras terhadap Erika. Mungkin, dia bisa menggunakan bahasa yang sopan hanya di depan atasannya.

 

“Pohon ini disebut「 Sakura 」dan ini adalah bunga yang mewakili kami, Kediaman Sumeragi. Tidak berada di tanah ini, tetapi tampaknya ketika Tuan dari bangsawan yang bermigrasi ke sini, menanam anak pohon yang ia bawa bersamanya. Ini adalah kisah sekitar 500 tahun yang lalu, tapi sekarang, telah menjadi simbol dari kediaman Sumeragi.” (Erika)

 

Ketika Kazuki sedang muak mendengar mulut busuk Harold, tiba-tiba ia diberitahu tentang sejarah kediaman Sumeragi.

Karena ia terganggu oleh keheningan, untuk saat ini, Erika mulai menjelaskan tentang pohon bunga sakura yang berada di depan matanya. Mengagumkan meskipun kondisi mentalnya tidak tenang, semangat untuk melayani sebagai pemandu tidak berkurang.

 

Sejujurnya, itu adalah topik yang tidak cocok bagi anak-anak untuk dibicarakan dengan terus terang, tapi bagi Kazuki yang akrab dengan bunga sakura, itu adalah pembicaraan yang cocok baginya.

 

“Ini berbeda dengan「 Sakura 」aku tahu.”  (Harold)

 

Nama pohon ini tidak jelas dalam permainan, tetapi bentuk kelopak dan caranya melekat pada pohon berbeda dari Somei Yoshino pada umumnya yang dapat dilihat di Jepang. Entah bagaimana, bahkan warnanya lebih dalam.

Jadi, bahkan ada tipe seperti ini? Meskipun ia memikirkan hal itu, itu bukan seolah-olah ia akan mendapatkan jawaban.

 

“Apakah Anda tahu tentang Sakura?” (Erika)

 

Meskipun Erika tidak berekspresi sampai sekarang, matanya goyah sedikit karena jawabannya.

 

“Tidak, itu mungkin sesuatu yang berbeda tetapi bentuknya sama. Nah, hal semacam itu tidak masalah.” (Harold)

 

Mulutnya, dalam kondisi yang terbaik bahkan hari ini, terus terang memotong pertanyaan Erika.

Ini adalah hasil ketika ia mencoba hanya untuk mengubah topik.

Diperlakukan dengan dingin, ekspresi Erika berubah muram. Dia tidak tahu apakah ekspresi itu kebencian atau kewaspadaan.

 

(Kalau dipikir-pikir, dari orang-orang yang muncul, satu-satunya yang dibenci Erika adalah aku)

 

Cara termudah untuk menggambarkan Erika, tanpa diragukan lagi, sebagai “Yamato Nadeshiko”.

Sekalipun menjadi putri dari keluarga bangsawan yang sangat terhormat, ia memiliki sikap tidak membeda-bedakan siapa pun, tidak peduli siapa pun itu, lupakan tentang sekutu, ia akan tersenyum dan bersikap lembut bahkan terhadap musuh, dan dia juga memiliki toleransi dengan tenang mendukung protagonis. Jumlah pemain yang melunak karenanya, yang akan selalu menjaga ketenangannya, tak terhitung jumlahnya.

 

Orang yang membuat seorang gadis seperti ini marah sampai menamparnya, tak lain adalah Harold. Untuk membuat dia melakukan sesuatu seperti itu, dalam arti tertentu adalah sebuah prestasi.

Meskipun, ada beberapa pemain yang menyebut Erika menampar Harold sebagai “Hadiah”, dan mereka akan memutar ulang peristiwa untuk menghargainya.

 

“Dengan kata lain, apakah itu artinya kamu tidak berminat terhadap kediaman Sumeragi?” (Erika)

 

“Artikan sesukamu.” (Harold)

 

“……… Begitukah. Bagaimanapun yang hanya kalian inginkan adalah nama dari Sumeragi, kan ?” (Erika)

 

“Kau tidak memiliki apapun selain nama. Bukankah kau sudah salah? Selain nama, tidak seperti kediaman Stokes lebih rendah. Meskipun kalian yang disebut sebagai bangsawan terkemuka dan bermartabat, menyedihkan ternyata kau hanya bisa duduk dan menangis di dalam rumah.” (Harold)

 

Mulutnya mengoceh, bahkan sampai mengejutkan dirinya sendiri.

Berpikir akan mudah untuk dibenci sampai batas tertentu dan mengeluarkan sedikit komentar yang tidak sopan, adalah sebuah kesalahan.

Ini melewati penyakit yang bisa disebut sebagai pelecehan. Tidak bisa dipungkiri ia sudah terlalu kasar.

 

“Apa yang kamu tahu……….!” (Erika)

 

Erika bergumam sambil merintih. Ini adalah 8 tahun sebelum dimulainya permainan, dan karena dia masih anak-anak, tampaknya titik didih nya cukup rendah.

Wajahnya tersembunyi karena dia sedang memandang ke bawah, tapi jelas ia marah. Ini akan menjadi buruk jika ia mengipasi api lagi.

Berhenti di sini untuk mengiris kesan buruk, ia mengulurkan surat bersegel kepada Erika.

 

“……… Apa ini?” (Erika)

 

“Diam dan terimalah. Dan setelah kami pergi, serahkan kepada ayahmu.” (Harold)

 

“Saya menolak” (Erika)

 

Ini apa yang disebut sebagai tidak ada pulau yang melekat. Benar-benar menuai apa yang kau tabur. Membalikkan wajahnya, Erika berniat pergi.

 

“Ah, begitukah. Jika kau ingin membiarkan orang-orang di wilayahmu, mati karena mendiri, maka kau akan melakukannya.” (Harold)

 

Dengan kalimat tersebut, ia tanpa sengaja berhenti.

Karena, dari cara Harold berbicara, tampaknya seolah—

 

“……….. Ada cara untuk menyelamatkan mereka?” (Erika)

 

“Tidak dapat dikatakan ada. Tapi patut untuk dicoba.`” (Harold)

 

Erika memandangi surat tersebut.

Seakan dia ragu-ragu, tapi Kazuki yakin dia akan menerimanya jika dia mengatakan seperti itu.

 

Bagaimanapun juga, gadis tersebut baik. Jika dimasukkan ke dalam kata lain, ia berhati lembut. Dia tidak bisa meninggalkan orang-orang yang menderita atau mereka yang bermasalah.

Bagaimanapun, sampai dirinya merasa sedih karena monster yang dikalahkan, dalam permainan.

 

Lalu, apa yang akan terjadi jika dia diberitahu kemungkinan ada cara untuk menyelamatkan orang-orang yang sedang sekarat.

Bahkan jika ia tidak percaya, dan bahkan jika itu adalah saran dari orang yang mendukung prinsip darah murni yang berlawanan dengan ideologinya, dia tidak bisa mengabaikannya tanpa mendengarkan itu.

 

IMAGE

 

Hembusan angin meniup kelopak bunga sakura dan berterbangan seakan membungkus sekeliling 2 orang. Setelah menatap dengan diam satu sama lain sebentar, orang yang bergertak pertama adalah Erika.

 

”Ini tidak seperti aku percaya pada kalimat kamu, tapi ……..” (Erika)

 

Meskipun dia memiliki ekspresi tidak puas, dia dengan tegas menerima surat tersebut. Bagi Kazuki, itu lebih dari cukup.

Jika itu dia, dia akan memberikannya kepada Tasuku, persis seperti yang telah dinyatakan.

 

“Tidak perlu untuk percaya tanpa alasan apapun. Putuskan berdasarkan hasilnya.” (Harold)

 

Kalau begitu, tidak diketahui apakah Tasuku akan mempercayai surat tidak masuk akal yang ditulis oleh orang berusia 10 tahun dan mencoba untuk menerapkannya. Tetapi jika itu gagal, maka ia akan memikirkan hal itu ketika saatnya tiba. Dia akan memikirkan ide lain lagi.

Bukannya menghela napas, Kazuki melihat ke atas dan menatap pohon sakura dan langit biru yang tertutupi awan berkabut.

 

 

Kereta yang orangtua Stokes dan anaknya pakai bermandikan sinar matahari lembu dan perlahan menjadi lebih dan lebih jauh. Menyaksikan itu berbeda dengan cuaca yang tenang, awan gelap yang berkumpul dalam hati Erika.

Salah satu penyebabnya tanpa perlu disebutkan— adalah pertunangannya dengan Harold.

 

Erika mengerti dia tidak memiliki status sosial yang rendah. Dia bahkan tidak memikirkan untuk menikah sesuai dengan kehendaknya sendiri, dan tidak mungkin dia memiliki seseorang yang sesuai hatinya.

Tapi tetap saja, bukannya seolah-olah dia cukup dewasa untuk memegang harapan untuk hidupnya dan puas karena tidak mementingkan dirinya dengan menjadi bagian keluarga dari rumah yang tidak malu untuk memaksakan pertunangan karena mengambil keuntungan dari kelemahan seseorang.

 

Apalagi, ketika ia mendengar kepala keluarga Stokes saat ini berideologi darah murni, dan ia memperlakukan orang-orang yang tidak memiliki darah bangsawan, mirip dengan benda mati.

Ideologi yang sulit untuk diterima bagaimanapun juga, tetapi bagi orang-orang seperti itu, darah kediaman Sumeragi sangat menarik.

 

Dia frustasi karena orang-orang yang didiskriminasi menjad korban. Sangat penuh kebencian karena kekuatannya tidak bisa membantu apapun bagi kediaman Sumeragi atau orang-orang di wilayahnya, itu sulit untuk menahannya.

Tapi Erika, meskipun dia masih muda, memahami dengan dia mengikuti ke rumah mengikuti prinsip darah murni, nyawa dalam jumlah banyak dapat terselamatkan.

 

Tanpa mengetahui bahkan sedikitpun tekanan Erika, Harold berbicara kasar tentang kediaman Sumeragi. Itu adalah tindakan yang tidak mungkin bisa dimaafkan.

 

Surat yang diterima dari orang tersebut, berada di tangan Erika. Dia hanya ingin merobek dan membuangnya sesuai hasratmua, tetapi meskipun itu janji verbal, dia tidak bisa mengingkarinya.

Tidak menghormati Sumeragi, dan lebih dari apa pun, dibandingkan dengan meninggalkan kesempatan untuk menyelamatkan orang-orang di wilayahnya, yang menderita bahkan sekarang, dia punya cukup semangat untuk menelan segala penghinaan.

 

“Maafkan aku, Erika ………” (Tasuku)

 

Kata-kata tersebut keluar dengan nada menyesal dari Tasuku, yang berdiri di sampingnya sambil menyaksikan keretanya pergi. Dia tidak akan senang karena membuat seseorang yang menikah tidak dengan seseorang yang dicintainya.

 

Meski begitu, jika ia harus membuat pilihan memalukan untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian puluhan ribu orang, maka itu adalah tugasnya sebagai kepala keluarga untuk melakukannya.

 

“Tolong jangan dipikirkan, Ayah. Ini juga untuk Sumeragi dan orang-orang yang tinggal di sini.” (Erika)

 

Tidak ada kebohongan dalam perasaannya.

Tapi sekarang, dia ingin waktu untuk menenangkan hatinya.

 

“Ayah, ini. Titipan dari Harold-sama kepadaku untuk diberikan ketika mereka pergi.” (Erika)

 

Mengambil surat tersebut, dia mengulurkannya kepada Tasuku.

 

“Dari Harold-kun?” (Tasuku)

 

Sambil berpikir ia mungkin telah diperintahkan oleh orangtuanya untuk menyambut mereka karena pertunangan, ia menerima surat tersebut. Bahkan jika itu begitu, menyerahkannya melalui Erika, Harold menentukan waktu yang aneh untuk memberikan kepadanya.

 

“Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku.” (Erika)

“Ah, istirahat dengan nyenyak.” (Tasuku)

 

Membungkuk ke arah Tasuku yang memasang senyum simpati, Erika pergi dengan cepat.

Tasuku dan Koyomi sangat khawatir di dalam hatinya. Kebaikan dari mereka hanyalah menyakitkan.

 

Melihat putrinya yang berperilaku dengan cara yang tegas, Tasuku mengecam dirinya sendiri karena membuatnya menanggung beban yang berat tersebut.

Terlebih lagi, ia berpikir apakah ada cara lain, yang tidak akan menyakitinya.

 

“……… Tidak ada gunanya memikirkan hal itu sekarang.” (Tasuku)

 

Semuanya, situasi ini sepenuhnya karena ketidakberdayaannya. Dan karena itu, ia memaksa Erika dan orang-orang untuk memikul beban berat.

Dia bahkan tidak ingin mengejek dirinya.

 

Dengan hati yang suram, ia membuka surat dari Harold.

Permulaan dari suratnya adalah salam pembuka, yang tidak seperti sesuatu yang ditulis oleh seorang anak-anak. Karena itu, Tasuku tidak memiliki kesan buruk terhadap Harold.

Tapi selagi ia melanjutkan membaca surat tersebut, rasa puas untuk memikirkan hal itu hilang.

 

Secara spontan, kekuatan mulai mengisi tangannya yang memegang surat tersebut, dan pada saat ia selesai membacanya, seluruh surat tersebut sangat kusut.

 

“Apakah ada orang di sana!? Panggi Kiryuu.” (Tasuku)

 

Suara nyaring Tasuku terdengar ke seluruh rumah. Mungkin kebingungan oleh hal yang tidak biasa, para pelayan yang bekerja di rumah tersebut buru-buru mencari Kiryuu.

Tidak lama kemudian, sosok orang yang dipanggil muncul dengan membuat kebisingan karena berjalan terburu-buru. Itu adalah orang tua yang menunggu Harold dan ayahnya di pintu gerbang.

 

“Ada apa, Tuan.” (Kiryuu)

“Kita tidak bisa berbicara di sini. Kemari.” (Tasuku)

 

Tempat yang Tasuku pilih adalah kantor, di mana tidak ada siapapun. Di sana, ia membuat Kiryuu membaca surat dari Harold.

 

Begitu Kiryuu selesai membacanya, Tasuku mulai berbicara.

 

“Surat itu dari Harold-kun. Menurutmu bagaimana?” (Tasuku)

 

“……… Sejujurnya, saya pikir ini mencurigakan.” (Kiryuu)

 

“Setuju. Tetapi bahkan jika hal ini benar atau salah, tidak ada manfaat bagi keluarga Stokes.” (Tasuku)

 

“Jika demikian, maka pekerjaan pihak ketiga? Setidaknya, sulit untuk dianggap tulisan tersebut di tulisnya sendiri.” (Kiryuu)

 

“Paling tidak, ia hanya perantara.” (Tasuku)

 

Dugaan yang paling bisa dipahami. Karena, isi surat tersebut bukan sesuatu yang seorang anak berusia 10 tahun bisa tulis.

Tapi dalam hal ini, pertanyaan terbesar tidak terjawab.

 

“Masalahnya adalah, siapa. Jika itu dari pendukung Sumeragi, tidak perlu untuk memakai cara berputar dan tak’ dapat dipercaya.`”  (Tasuku)

 

“Kalau begitu, itu berasal dari seseorang yang melawan kediaman Stokes?” (Kiryuu)

 

“Dan itu juga, seseorang yang cukup dekat dengan Harold-kun sampai membuat dia menerima permintaannya, atau seseorang yang bisa memanipulasi dia. Sampai mencuci otaknya.” (Tasuku)

 

Jika bukan begitu, tidak mungkin surat tersebut sampai pada Tasuku, dan bahkan syarat yang ditulis tidak dapat terpenuhi.

Tujuan dari dalangnya adalah antara hancurnya kediaman Stokes atau sesuatu yang muncul setelahnya. Membuat dugaan seperti itu, informasi terlalu sedikit saat ini.

 

“Mungkin buruk bagi kediaman Sumeragi jika kita mencoba untuk mengorek mereka, tapi ……….” (Tasuku)

 

“Jika kita melakukan itu, dibandingkan dengan sesuatu yang kita mungkin dapatkan, risikonya terlalu tinggi. Menawarkan beberapa patah kata, sekarang, Sumeragi berada dalam dilema. Jika kita perhatikan dengan baik, bahkan tanpa terburu-buru, itu akan mengambil bentuk yang kita inginkan.” (Kiryuu)

 

Itu seperti yang dikatakan Kiryuu. Selama solusi tidak ditemukan, akhirnya kediaman Sumeragi akan menghilang tanpa dukungan keuangan.

 

“Dengan kata lain, jika pengirim surat tersebut tidak menginginkan hal tersebut terjadi……..” (Tasuku)

 

“Kemungkinan benarnya isi surat tersebut sangat tinggi.” (Kiryuu)

 

Ini bukan solusi konkret.

Tapi apakah itu efektif, waktu yang dibutuhkan untuk mengeksplorasi solusi akan diproduksi. Kalau begitu, seperti yang tertulis dalam surat tersebut, akan ada kemungkinan untuk membatalkan pertunangan dan membiarkan Erika bebas.

 

“Kiryuu, kumpulkan bahan yang diperlukan sekaligus. Dan setelah menjelaskan risikonya, pekerjakan orang-orang yang masih memiliki harapan`” (Tasuku)

 

Tidak ada bukti pasti isi surat tersebut benar. Tapi itu satu-satunya cahaya yang bisa dilihat dalam kabut.

Bahkan jika ia menari di telapak seseorang, Tasuku memutuskan untuk mempertaruhkan kesempatan ini.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)