My Death Flags Chapter 24

Oleh Alone of Nyx on February 19, 2018

 

― My Death Flags Show No Sign of Ending Chapter 24 Bahasa Indonesia ―


Chapter 24—

 

 

Karena Harold membuat keputusan tanpa berpikir terlebih dahulu, rumor yang beredar di wilayahnya mengenai dia sebagai pecandu bertarung mungkin tidak sepenuhnya salah. Meski tidak berbahaya, kurangnya ke tidak inginannya untuk bertarung salah satu perubahan besar. Itu merupakan hasil dari dia memutuskan kalau jika tidak seperti ini, dia akan mati.

 

” Omong-omong, apakah tubuhmu baik-baik saja? Kudengar kamu bertarung melawan Horn Head besar dalam ekspedisi kali ini. ” (Tasuku)

 

” Itu lagi. ” (Harold)

 

Mungkin karena Tasuku mengajukan pertanyaan yang sama setiap kali mereka bertemu setelah ekspedisi, suara Harold terdengar sangat muak.

 

Tapi bagi Tasuku, atau lebih tepatnya bagi Sumeragi merupakan kebalikannya. Dulu, mereka menerima Harold berpikir bahwa dia datang untuk berkunjung, padahal sebenarnya dia terluka parah. Ketika mereka menghadapi situasi seperti itu, meski mereka tahu kalau dia kuat, mereka masih sangat khawatir. Terlebih lagi, karena Harold lah yang ingin menyimpulkan masalah tersebut dengan mengatakan, “Cuma goresan aja”, mereka semua lebih khawatir.

 

Terutama Erika, yang di permukaan tidak menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan dan menghormati perasaan Harold dengan mengatakan, “Karena Harold-sama sendiri yang bilang begitu, seharusnya tidak masalah.” Meskipun sejak hari itu dia mulai berlatih healing magic. Sebenarnya dia tidak bisa hanya duduk diam tanpa melakukan apapun.

 

Sejak Erika mulai berlatih healing magic, Harold tidak pernah terluka, dan karena kekuatannya masih belum pernah digunakan. Tapi tetap saja, pengabdian Erika terhadap Harold, sangat terlihat jelas dari latihan healing magic yang selalu ia rajin lakukan tiap hari. Meskipun, Harold belum menyadarinya.

 

” Apakah kau sungguh berpikiran kalau aku akan kalah melawan makhluk lemah yang hanya mempunyai keunggulan dalam ukuran? Bicaralah setelah kau berpikir. ” (Harold)

 

” Mengatakannya mengingat usia Harold-kun sendiri cukup mengejutkan. ” (Tasuku)

 

” Bahkan putramu seperti itu. ” (Tasuku)

 

Itsuki, yang baru berusia 16 tahun, dapat dengan mudahnya mengalahkan Horn Head sendirian. Dia adalah satu-satunya orang yang memiliki kemampuan cukup untuk menandingi Harold di generasi yang sama.

 

Sama halnya dengan Itsuki, dan karena itu mereka selalu bersaing dengan sering melakukan sparring.

 

 

Meskipun Itsuki hanya diperkenalkan sebagai kakak Erika dalam permainan dan bahkan namanya pun muncul di dalamnya, dia sekuat itu. Kemungkinan besar, masih banyak orang hebat yang tak dikenal Harold.

 

Besar sekali dampak mengetahuinya sejak dini, karena dia sadar keuntungan dari mengetahui hal tentang game mungkin menjadi halangan.

 

Ketika mempertimbangkan hal ini, Harold berpikir kalau memperdalam hubungan dengan Sumeragi meskipun risikonya meningkat merupakan hal yang benar. Bahkan dengan masalah utama yang belum terselesaikan, hubungannya dengan Erika, hampir tidak ada kemajuan sama sekali sejak 3 tahun yang lalu. Dia secara terang-terangan menjaga jarak dan hanya berbicara sedikit mungkin dengannya.

 

Tidak ada event yang berhubungan dengan pertunangan sama sekali.

 

(Kalau begitu, mustahil untuk menaikkan level afeksi, kan?) (Harold)

 

Semuanya berjalan dengan lancar sehingga dia tidak sengaja ingin tertawa. Meski dia tidak bisa ceroboh dengan situasi miasma yang meluas di wilayah Sumeragi, hanya saja ini harus diselesaikan oleh protagonis, jadi dia tidak bisa ikut campur. Namun tetap saja, dengan diperkenalkannya obat daya tahan dan penerapan eksperimental pertanian LP, memang benar situasinya menjadi jauh lebih baik.

 

‘Pepatah mengatakan, kecerobohan merupakan musuh terbesar. Jika aku memikirkan masa depan, ada segunung masalah dan sebelum dimulainya game 5 tahun dari sekarang, sebanyak mungkin aku akan menghancurkan bendera kematian tersebut yang pada akhirnya akan diangkat dari akarnya! ‘, pikir Harold, dengan sekali lagi dia memperkuat tekadnya.

 

 

 

* * *

 

 

 

Di atas sebuah panggung persegi yang terbuat dari batu, masing-masing dua puluh meter panjangnya, dua orang saling bertukar pedang dengan kuat.

 

Salah satunya adalah seorang anak laki-laki yang mendekati masa transisi ke masa mudanya, dengan tinggi badan mencapai 180 cm dan dengan rambut hitam, yang tampak agak kecoklatan. Wajahnya yang biasanya baik hati menyebutnya pemuda yang menyenangkan akan sangat sesuai memiliki ekspresi suram.

 

 

 

Menghadapi pemuda tersebut adalah seorang anak laki-laki dengan tinggi badan 160 cm, sekitar kepala lebih pendek dari sang pemuda, dengan mata merah gelap sebagai ciri khasnya. Dia bergerak begitu kuat sehingga rambut hitamnya, yang jauh lebih gelap dari pada sang pemuda, menjadi acak-acakan. Menghadapi gerakan kuat tersebut, matanya memiliki cahaya tajam selagi dia menyerang menggunakan pedangnya.

 

Keduanya memiliki persahabatan erat sering kali saling bertukar serangan pedang untuk saling memastikan perkembangan diantara mereka setiap bertemu.

 

” Haa … haa … yah, kalau seperti ini, sepertinya kau tidak akan memiliki masalah dalam turnamen kali ini. ” (Itsuki)

 

Itsuki, yang telah berpindah dari jarak serangan pedang Harold, menurunkan pedangnya sambil mengatur napas.

 

” Aku tidak butuh perhatianmu. ” (Harold)

 

” Meskipun hanya dengan kekuatan. Ada baiknya mengetahui kalau kau tidak memiliki masalah dalam menggunakan pedang palsu. ” (Itsuki)

 

” Jangan meremehkanku. Aku tidak begitu lemah sampai berat yang hanya segini akan menyakitkan. ” (Harold)

 

” Bukannya, aku khawatir apakah kau akan bisa menahan diri. ” (Itsuki)

 

‘Karena hampir tidak ada orang di generasi yang sama yang bisa bereaksi terhadap pedangmu.’ pikir Itsuki. Jika dia harus mengatakannya, maka dia merasa kasihan pada lawan yang akan bertarung melawan Harold. Nah, itu hanyalah kecemasan yang tidak perlu mengenai kemampuan.

 

” Kalau begitu, udahan untuk hari ini. Karena rencananya akan berangkat besok pagi. ” (Itsuki)

 

(Kereta Kencana lagi, ya. Tidak bisa ditolong karena Delfit ada di dekatnya, tapi aku sangat ingin naik Zeppelin.)

 

Zeppelin adalah sesuatu yang muncul dalam game, kendaraan kayu dengan penampilan mirip dengan kapal, namun bisa terbang di udara. Perbedaan utamanya dari kapal yang berlayar di atas air adalah ada sayap yang tumbuh dari kedua sisi lambung dan baling-baling yang menempel di tiang bagian belakang kapal.

 

Itu merupakan kendaraan yang sangat fantasi karena desainnya, namun pada saat yang bersamaan, tidak diketahui bagaimana cara agar terbang stabil dengan bentuk yang seperti itu.

 

Nah, karena didukung oleh batu yang disebut “Kristal”, yang muncul ketika monster dikalahkan, itu bukan sesuatu yang bisa dijelaskan dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan atau Fisika. Omong-omong, ketika Kristal digunakan selama peracikan, mereka akan sangat berguna dalam menciptakan dan meningkatkan senjata dan baju besi.

 

 

” Ah, iya, apakah kau ingin mengganti nama untuk mendaftar di turnamen? Hampir semua orang yang berpartisipasi dalam turnamen adalah orang biasa, jadi aku pikir orang tuamu mungkin tidak akan menyukaimu muncul di tempat seperti itu. ” (Itsuki)

 

” Aku tidak mengetahui tentang hal itu, mereka lebih cenderung mengatakan ‘Kerja bagus mengalahkan spesies rendah tersebut!’ dengan senyum di wajahnya. ” (Harold)

 

Meskipun tidak peduli reaksi mana yang mereka pilih, tidak ada reaksi yang bagus kalau keluar dari mereka.

 

Dalam hal ini, dia mungkin harus mengganti namanya dan menyembunyikan identitasnya, bahkan jika nama pemenang turnamen sampai ke telinga orang tuanya, itu tidak akan menjadi masalah di masa depan.

 

” Apa saja tidak masalah untuk alias. ” (Harold)

 

” Kalau begitu aku akan memikirkannya saat kita bepergian. ” (Itsuki)

 

Nanti, Harold akan berdiri di atas stadium dengan nama “Mr.Lord” yang tanpa sengaja membuatnya meragukan selera nama Itsuki.

 

Harold tidak tahu bahwa masa depan seperti itu menunggunya, tapi penderitaannya tidak akan berakhir dengan itu saja.

 

 

 

Setelah beberapa hari perjalanan, mereka akhirnya sampai di Delfit pada malam hari. Turnamen hanya sisa satu hari lagi, dan setelah selesai mendaftar di penginapan, Harold memutuskan sudah waktunya dia dan Itsuki pergi ke restoran untuk makan malam, tapi entah mengapa, Erika berada di meja mereka.

 

Tubuhnya tidak sengaja menjadi kaku.

 

 

” Maaf Erika, kami agak terlambat. ” (Itsuki)

 

Tanpa mempedulikan pemikiran Harold, Itsuki duduk di meja di mana Erika berada. Harold memelototi mereka berdua meminta penjelasan, tapi bahkan lebih cepat dari itu, Erika bertanya kepada Itsuki.

 

” Onii-sama, kupikir hanya kita berdua yang makan bersama di sini? ” (Erika)

 

“Nah, kamu tidak salah, aku mengundangmu dengan mengatakan, ‘Bagaimana kalau makan bersama sesekali?’ ” (Itsuki)

 

” … jadi seperti itu. ” (Erika)

 

Menyadari rencana Itsuki, Erika menggerutu jengkel.

 

Singkatnya, Itsuki mengundang Erika dengan mengatakan, ‘Bagaimana kalau makan bersama (dengan Harold-kun) sesekali?’, Sementara dengan sengaja menghilangkan kata-kata yang diberi tanda kurung dan membuat Erika salah paham.

 

” Jika keberadaanku mengganggu, haruskah aku pergi? ” (Itsuki)

 

“Tetap di sini.” “Tolong tetap di sini.” (Harold)(Erika)

 

 

Suara Harold dan Erika saling tumpang tindih.

 

Jika sekarang Itsuki pergi, maka Harold harus makan sambil berhadapan dengan Erika. Terus terang, itu merupakan neraka.

 

Bukannya Erika tidak menyukainya, tapi perasaannya tidak ingin menjadi penghalang bagi Harold saat dia tahu kalau dia menjaga jarak dari dirinya, sangatlah kuat.

 

Meski begitu, jika dia pergi setelah dia sudah duduk hanya dengan melihat wajah orang lain, itu akan sangat tidak sopan. Bahkan jika kursi yang di undang adalah jebakan. Mungkin karena dia telah merencanakannya setelah menyadari kepribadian adik perempuannya ini, ekspresi Itsuki mengatakan, ‘Aku telah melakukannya’.

 

” … Kenapa dia di sini? ” (Harold)

 

” Karena ada kemungkinan cedera pada turnamen bertarung, aku berpikir untuk membuat seseorang yang bisa menggunakan healing magic menemani kita. Namun, karena akan merepotkan orang-orang di rumah, aku dengan ragu-ragu meminta Erika untuk bergabung dengan kita. ” (Itsuki)

 

Sangat diragukan apakah itu merupakan sebuah kebetulan atau tidak.

 

Melihat Erika, yang juga ditipu, tidak menyangkalnya, Harold meragukan apakah benar atau tidak. Dia tidak bisa berhenti berpikir kalau situasi ini sengaja dibuat.

 

” Aku tidak akan terluka. ” (Harold)

 

” Ada pepatah- ‘Sedia payung sebelum hujan.’ Karena itulah aku membuat Erika menemani kita. ” (Itsuki)

(TL: Padahal mah ‘Well prepared means no worries’, tapi diganti jadi pepatah payung. Maknanya sama aja sih.)

 

” Aku diberi tahu kalau aku tidak akan bertemu Harold-sama kecuali jika itu sangat diperlukan. ” (Erika)

 

” Aku memutuskan kalau bertemu tatap muka sangat diperlukan. Dengan begitu, kamu bisa bergerak secara leluasa jika terjadi sesuatu, kan? ” (Itsuki)

 

Apa yang dikatakan Itsuki tidaklah salah, jadi mereka tidak bisa mengeluhkannya. Jadi pada akhirnya, dengan situasi seakan diatur oleh Itsuki, mereka bertiga duduk mengelilingi meja. Tidak perlu diragukan lagi, tidak ada pembicaraan antara Erika dan Harold. Itu sangatlah buruk sehingga jika Itsuki tidak berada di sana bertindak sebagai perantara, mereka mungkin tetap diam sampai akhir. Dan begitulah, yang sepertinya penebusan dosa bagi Harold berlanjut lebih dari satu jam.

 

Pada saat mereka selesai makan malam, kelelahan mental Harold telah mencapai puncaknya. Setelah menyelesaikan makan malam dengan langkah kaki yang agak tidak fokus, Harold kembali ke kamarnya sendiri dan Erika melihat punggungnya dengan perasaan menyesal.

 

Dia ingin memarahi Itsuki atas apa yang dia lakukan, tapi mungkin karena dia memprediksi hal itu sebelumnya jadi dia pergi dengan Harold dan figurnya tidak lagi terlihat. Sebenarnya, dia sangat senang dia dapat bersama lagi dengan Harold setelah sekian lama karena rencana kakaknya, tapi lebih dari itu, memikirkan dirinya hanya menjadi beban sangat membebaninya. Awalnya, Erika tidak ingin membuat keberadaannya diketahui selama turnamen bertarung kecuali Harold terluka dan sekarang rencana tersebut sudah hancur.

 

Sambil memikirkan memberi peringatan yang keras kepada Itsuki saat mereka sendirian, Erika kembali ke kamarnya juga. Dia menginap di penginapan yang sama dengan Harold dan Itsuki, tapi karena dia mempertimbangkan agar tidak saling bertemu, dia tinggal di lantai yang berbeda.

 

Setelah membuka pintu kamarnya, Juno menyapa Erika dengan perasaan acuh tak acuh seperti biasanya.

 

” Selamat datang kembali, Erika-sama ~ kamu nampak agak lelah ~” (Juno)

 

” Kamu melihatnya? ” (Erika)

 

” Meskipun seperti ini, saya masih pengawalmu ~ Meskipun, karena Itsuki-sama dan Harold-sama lebih kuat dari saya, saya tidak tahu apakah ada artinya jika aku berada di sini ~ ” (Juno)

 

Menjadi kuat atau lemah tidaklah relevan untuk persyaratan sebagai pengawal, tapi Erika mengerti apa yang Juno ingin katakan. Karena keduanya sering sparring, kemungkinan untuk melihatnya tidaklah langka, tapi baru-baru ini dia tidak dapat mengerti apa yang sedang terjadi karena mereka bergerak terlalu cepat.

 

Terutama Harold, yang bergerak begitu cepat sehingga orang heran apakah dia teleport atau tidak. Namun, Itsuki juga tidak normal karena dia bisa mengatasinya.

 

” Kalau dipikir-pikir, sudahkah kamu membicarakan Colette-sama ~? ”  (Juno)

 

Colette Emerel.

 

Gadis yang seharusnya terbunuh bersama ibunya karena berbagai alasan berada di sini, di Delfit. Jika dia memikirkannya sambil mempertimbangkan musim ini, maka dia mungkin datang ke sini untuk menonton turnamen bertarung.

 

” Tidak, aku menyembunyikannya. ” (Erika)

 

” Sudah kuduga, tidak mungkin kamu bisa memberitahunya ~ ” (Juno)

 

” Tentu saja, kita seharusnya tidak tahu bahwa dia masih hidup. ” (Erika)

 

Jika Harold menyadari kalau Sumeragi tahu bahwa Colette dan ibunya, Clara, masih hidup, maka mereka pasti akan mengundang kecurigaan yang tidak diperlukan darinya.

 

Ibu dan anak dilindungi olehnya bahkan sampai-sampai namanya tercemar. Erika sama sekali tidak ingin mencela tindakannya. Dia tidak berniat masuk ke dalam rahasia tersebut sampai Harold sendiri mengungkapkannya suatu hari nanti.

 

Tetap saja, dia tidak bisa diam saja. Karena itulah Erika mengatakan kalau jika mereka bertemu lagi, dia ingin menjadi temannya.

 

Erika merasakannya setelah dia benar-benar melihat Colette sendiri. Bukannya dia juga menjadi orang yang bisa mendukung Harold? Colette seharusnya tahu tentang kekuatan Harold dan kebaikannya karena dia telah diselamatkan olehnya, dan masih dilindungi olehnya.

 

Jika mereka bertemu lagi, mungkin itulah saat Harold berbicara tentang rahasianya. Erika berpikir kalau pada saat itu dia sekali lagi ingin berteman dengan Colette dan mereka pasti berteman baik.

 

” Aku akan istirahat malam ini, jadi kamu bisa kembali ke kamarmu sekarang, Juno. ” (Erika)

 

” Baik ~ Selamat malam, Erika-sama. ” (Erika)

 

” Selamat malam. ” (Erika)

 

Setelah Juno meninggalkan ruangan, Erika mengganti pakain menjadi pajama, dan segera setelah dia mematikan lampu, dia menyelam ke tempat tidur. Berbeda dengan kasurnya yang biasa, memberikan sensasi elastis yang tidak biasa.

 

Dibandingkan dengan yang ada di Kediaman Stokes, rasanya tidak terlalu nyaman untuk tidur.

 

Karena dia tidak bisa tidur, hal-hal yang dipikirkannya sebelumnya mulai muncul di kepalanya.

 

Jika dia berteman dengan Colette begitu mereka bertemu lagi, maka pada saat itu Colette mungkin tertarik pada Harold.

 

Meski mereka bertunangan, tapi itu hanyalah sebutan saja. Dia tahu kalau Harold berencana untuk membatalkannya, dan jika itu terjadi, tidak― ketika itu terjadi, Colette mungkin menjadi saingannya dalam percintaannya.

 

Biasanya, seseorang akan merasa cemburu, tapi anehnya, hati Erika tenang dan itu bukan dikarenakan dia memiliki keuntungan dalam percintaannya.

 

‘Colette akan menjadi sainganku… dan aku tidak masalah dengan hal itu’, merupakan pendapatnya. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Erika telah menyadari betapa dia merindukan Harold. Jika dia mengharapkannya, maka dia ingin agar cinta pertamanya terkabulkan.

 

 

 

Tapi bagi Erika, perasaan cinta bukanlah yang terpenting. Apa yang diinginkannya lebih dari hal lain merupakan kebahagiaan Harold. Karena itulah dia menginginkan Harold bersama dengan orang yang akan dipilihnya sendiri. Tidak masalah bahkan jika orang tersebut bukan dia.

 

Jika perasaannya ditolak, maka dia pasti akan menangis. Cintanya pada Harold merupakan hal yang nyata.

 

Tetap saja, jika Harold menikahi Colette atau orang lain, dia ingin memberkati mereka dari lubuk hatinya dengan senyuman cerah. Ini adalah perasaan Erika sebenarnya.

 

Bukan seakan tidak ada cara lain untuk mendukung Harold selain menjadi rekannya.

 

(Itu sebabnya aku menantikan pertemuan kita selanjutnya.)

 

Saat dimandikan sinar rembulan dari jendela, dia dengan lembut tersenyum sambil memikirkan teman masa depannya.

 

Cahaya bulan yang bersinar cemerlang mengingatkannya pada rambut pirang Colette yang cerah. Sambil memikirkan hal itu, Erika memejamkan mata dan tertidur lelap.

 

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻