TMost Popular Girl Sit Next to Me Chapter 02

Oleh Alone of Nyx on February 16, 2018

— Every Morning the Most Popular Girl at School Sits Next to Me on the Train Bahasa Indonesia —

 

Chapter 02-

 

 

Hari ini, aku pulang sekolah dengan menggunakan kereta lagi. Dan tentu saja, gadis tercantik di sekolah, Kii-san, duduk di sampingku lagi.

 

Namun, hari ini, ada lebih banyak orang dari biasanya. Tidak banyak kursi yang kosong, dan ada beberapa orang yang berdiri juga. Jika ada sekolah lain di sekitar tanpa kelas pagi, jumlah orang di kereta akan meningkat seperti ini.

 

Yah, itu masih jauh dari benar-benar ramai.

 

” Selanjutnya ~ Oumi ~ Oumi ~ ” (Speaker)

 

Pengumuman tersebut terdengar dari speaker di kereta. Karena aku tidak memakai earphone di kereta, aku dapat dengan jelas mendengar pengumuman tersebut.

 

Tampaknya kereta akan segera sampai di Stasiun Oumi. Stasiun Oumi berjarak dua pemberhentian sebelum stasiun SMA Touyama. Di dekat stasiun ini, ada Universitas Oumi dan SMA Nishi Oumi, begitu banyak siswa turun di stasiun ini.

 

Di sisi lain, ada dua atau tiga kompleks apartemen besar di daerah tersebut, masing-masing memiliki banyak penghuni. Ada juga beberapa orang yang naik kereta di stasiun ini.

 

Kemudian, di antara mereka yang naik ke kereta, ada seorang nenek yang berusia di atas delapan puluh tahun, dengan pinggang yang bungkuk dan menggunakan tongkat. Dia sepertinya mencari tempat untuk duduk, tapi karena ada begitu banyak orang, tidak ada tempat duduk yang kosong.

 

Aku langsung berdiri dan menghampiri nenek tersebut.

 

” Silakan duduk di kursi di sebelah sana. ” (Yoshiki Setsu)

 

” Apakah kamu yakin? Apakah tidak masalah? ” (Grandma)

 

” Yeah, silakan. ” (Yoshiki Setsu)

 

Aku membantu membawa tasnya dan membawanya ke tempat duduk yang aku duduki sebelumnya. Kii-san duduk di kursi di sebelahnya, tapi seharusnya tidak menjadi masalah.

 

” Terima kasih. ” (Grandma)

 

Selagi duduk di kursi, nenek tersebut memberiku ucapan terima kasih.

 

” Tidak apa-apa, jangan khawatir. ” (Yoshiki Setsu)

 

Memberikan respon santai, aku pindah ke tempat kosong. Seperti yang aku katakan tadi, meski ada banyak orang tetapi tidak ramai seperti di kereta yang sering ramai, ada ruang untuk berdiri dengan nyaman. Aku bersandar ke pintu kereta, dan mengeluarkan smartphone ku.

 

Entah kenapa, aku merasa lega.

 

Sebagian karena aku melakukan perbuatan baik, tapi juga, karena bisa menjauh dari Kii-san, hilang rasanya beban di pundakku, membuatku meluangkan waktu di kereta seperti biasanya.

 

Mari kita lihat, aku rasa aku bisa melakukan quest pagi yang sudah lama tidak aku lakukan. Baru-baru ini, karena aku tidak bisa melakukan quest di pagi hari, aku jadi menyusahkan orang lain yang berada di party denganku. Ayo pergi berburu monster hari ini dengan semuanya.

 

Karena hal itu yang berada di pikiranku, akhirnya aku meletakkan jariku di ikon aplikasi yang bernama Human Beast War.

 

Game ini menempatkan para pemain di peta besar dengan berbagai binatang buas. Para pemain kemudian dipaksa untuk melawan binatang buas menggunakan senjata yang didapat dari membunuh binatang buas tersebut. Kau tidak bisa menyiapkan senjata atau perlengkapan terlebih dahulu. Ini adalah permainan yang membutuhkan keahlian dan keberuntungan.

 

Permainan ini memungkinkan sebuah kelompok(i.e party) memiliki lebih dari 50 pemain, yang memungkinkanmu untuk melakukan quest bersama-sama. Aku juga termasuk salah satu dari kelompok tersebut. Kelompoknya bukan yang terkuat, tapi sangat menyenangkan dan aku sangat menikmati menjadi bagian dari mereka. Sangat menantikan melakukan quest bersama dengan mereka, aku menyentuh judul yang berada di layar.

 

Pada saat itu.

 

” Apa yang sedang kamu lakukan? ” (Mamiko Kii)

 

Aku mendengar suara yang ceria dari sebelahku. Pemilik suaranya memiliki rambut hitam panjang dan cukup cantik. Ternyata Kii-san.

 

Aku segera menyembunyikan smartphone ku. Tidak ada salahnya bermain game, tapi aku tidak ingin diejek karena hal itu. Bukankah dia duduk di samping nenek tadi beberapa saat yang lalu …?

 

” Nggak, saya hanya memegang smartphone ku sebentar. Ba-bagaimana denganmu, Kii-san? Ke-kenapa kamu di sini? ” (Yoshiki Setsu)

(TL: ‘Saya’ lebih sopan daripada ‘Aku’.)

 

Setelah aku mengatakan itu, ekspresinya semakin parah sambil dia memandangku. Eh, ada apa dengannya?

 

” Kenapa bicara dengan sopan? ” (Mamiko Kii)

 

Jadi begitu, meskipun dia terlihat seperti eksistensi yang tidak terjangkau sebagai perempuan tercantik di sekolah, dia masih se-angkatan denganku. Kurasa dia tidak suka kalau aku menggunakan kalimat sopan karena hal tersebut.

 

” Ma-maaf … ” (Yoshiki Setsu)

 

” Dan, apa yang kamu maksud dengan Kii-san ” (Mamiko Kii)

(TL: ‘Kamu’ lebih sopan, kayaknya. Mulai sekarang akan lebih sering menggunakan ‘Kamu’.)

 

Hah? Tunggu sebentar, apa yang dia bicarakan? Kii-san berarti dia, kan? Atau apakah dia memiliki memiliki maksud lain dari pertanyaan tersebut?

 

” …… ” (Yoshiki Setsu)

 

Yap, bahkan setelah memikirkannya aku tidak mengerti.

 

” Seperti yang aku katakan! Kenapa kamu menggunakan nama belakangku? ” (Mamiko Kii)

 

Kii-san berbicara seakan kesal.

 

Dia pasti sangat marah, tapi aku tidak mengerti mengapa. Kenapa aku tidak bisa memanggilnya dengan nama belakang? Mungkin dia tidak suka dipanggil dengan nama belakangnya? Yah, mungkin seperti itu. Karena dia benar-benar marah sekarang.

 

” Maaf Mamiko-san. Aku akan lebih berhati-hati lagi nanti. ” (Yoshiki Setsu)

 

” Tidak perlu menggunakan ‘san’. ” (Mamiko Kii)

 

” … Ah, ya. Maf-maksudku, salahku. ” (Yoshiki Setsu)

 

Hampir saja, aku hampir menanggapi dengan nada sopan lagi, yang akan membuatnya membuatnya marah lagi. Ini benar-benar tidak cocok dengan dirinya dan dia menjadi sangat menakutkan. Jika memungkinkan, aku tidak ingin membuatnya marah lagi.

 

Aku membuat sedikit jarak antara diriku dan Kii-san. Namun, seperti yang aku duga, dia menutup jarak di antara kami.

 

Mu-mungkin dia menyukaiku? Dia? Ya kan? Jika tidak, dia tidak akan melakukan hal seperti ini, bukan?

 

Aku tidak bisa memastikannya karena aku tidak memiliki banyak pengalaman dalam hal percintaan, namun ada secercah harapan, mungkin Kii-san memang memiliki perasaan terhadapku. Nah, kesempatannya hanya sekitar 0,000001%.

(TL: Udah pacaran su~, gak perlu hipotesis lagi.)

 

” Meski, Yoshiki-kun benar-benar baik hati. Pada akhirnya kamu benar-benar memberikan tempat dudukmu. ” (Mamiko Kii)

 

Dia menatapku saat dia berbicara, nadanya kembali seperti semula dari nada marahnya tadi, ke yang jauh lebih lemah lembut. Karena setidaknya ada 10 sentimeter perbedaan antara ketinggian kita, Kii-san terpaksa untuk menatapku saat dia berbicara.

 

Apakah ini yang disebut dengan mata melirik ke atas? Imutnya. Aku sangat senang sampai tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya. Aku memalingkan mukaku, yang sekarang memerah karena malu.

 

” Bukan apa-apa, itu hal yang biasa. ” (Yoshiki Setsu)

 

” Itu tidak biasa. Yoshiki-kun benar-benar baik hati. ” (Mamiko Kii)

 

Menekankan pemikirannya, dia sekali lagi mengatakan hal yang sama. Omong-omong, mengapa dia memanggilku dengan nama depanku? Aku merasa belum pernah memberitahunya sebelumnya.

 

” Hanya saja aku benar-benar berharap kamu bisa berdiri di sampingku, di samping tempat dudukku. Itu seperti kamu meninggalkan aku. Itu membuatku merasa kesepian. ” (Mamiko Kii)

 

Kii-san tersipu saat mengatakan itu.

 

Tunggu sebentar. Aku tidak mengerti apa yang dia katakan. Kenapa aku harus berdiri di sampingnya? Apa yang dia maksud dengan kesepian?

 

Hari ini, aku benar-benar tidak mengerti banyak hal yang Kii-san katakan. Namun, aku mengerti kalau dia bisa sangat menakutkan. Mulai sekarang lebih baik tidak membuatnya marah. Sebaliknya, aku harus mencoba untuk tidak berbicara dengannya sebisa mungkin. Aku tidak ingin membuatnya marah lagi.

 

“Selanjutnya ~ Stasiun SMA Touyama ~”

 

Saat aku membuat keputusan seperti itu, kereta berhenti di tempat pemberhentian biasa.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻