TMost Popular Girl Sit Next to Me Chapter 03

Oleh Alone of Nyx on February 17, 2018

 

— Every Morning the Most Popular Girl at School Sits Next to Me on the Train Bahasa Indonesia —

 

Chapter 03 —

 

 

” Setsu, ayo pergi karaoke hari ini. Sudah agak lama sejak terakhir kali aku menyanyikan lagu. ” (Sagami)

 

Sagami langsung berbicara padaku setelah pelajaran terakhir berakhir.

 

” Maaf, hari ini aku kerja. ” (Yoshiki Setsu)

 

” Apa ~ ? Ambil cuti aja. Ayo pergi karaoke ~ ” (Sagami)

 

” Nggak, aku sangat tidak ingin mengambil cuti dari kerjaan. ” (Yoshiki Setsu)

 

” Wow ~ . Kau sangat pekerja keras. ” (Sagami)

(TL: Lawan bicara jeruk sama jeruk pakainya ‘Kau’. *make me goosebump if i use ‘Kamu’.)

 

” Itu hal yang biasa kali. ” (Yoshiki Setsu)

 

Tidak mengambil cuti dari kerja kecuali kau sangat membutuhkannya, ini seharusnya hal biasa. Lagi pula, jika kau mengambil cuti tanpa alasan, kau menyebabkan masalah untuk orang lain dan kau kehilangan pendapatan.

 

” Yah, aku tidak memiliki banyak waktu jadi aku akan pergi sekarang.  ” (Yoshiki Setsu)

 

” Ok … Sampai jumpa lagi. ” (Sagami)

 

Jawab Sagami, lesu. Apa kau ingin pergi karaoke sampai segitunya?

 

Tempat di mana aku bekerja hanya lima menit berjalan dari SMA Touyama.

 

Mon Pet Kuna

 

Ini kafe tersembunyi dalam sebuah distrik perumahan, sangat disukai oleh orang yang pendiam dan suasana santai. Aku sudah bekerja di sini sekitar setengah tahun dan sanggup untuk mengenal pengunjung langganan yang datang ke kafe. Semua pelanggan sangat baik dan pemiliknya juga sangat baik, jadi bekerja di sini sangat menyenangkan.

 

Aku masuk melalui pintu belakang kanan sebelum aku memulai shift-ku. Pemilik biasanya tidak ada di bagian depan, jadi biasanya tidak ada siapa-siapa di sini. Hari ini, tidak ada siapa-siapa juga di ruang istirahat; sebuah ruangan sekitar 6 tatami berukuran tikar lebar .

 

Biasanya di sini ada tiga orang, dua pekerja paruh waktu dan sang pemilik, bekerja di kafe. Meskipun begitu, kafe tidak sangat sibuk jadi terkadang hanya dua orang, satu pekerja paruh waktu dan sang pemilik, saling bergantian.

 

Hari ini, karena tidak ada seorang pun di ruang istirahat, kemungkinan besar hanya ada aku dan pemilik. Aku ambil gantungan dan seragamku dan membuka pintu untuk ke ruang ganti. Namun …

 

“!!!”  (!!!)(TL: !!!)

 

“Ah…” (Yoshiki Setsu)(TL: Ah…)

 

Tamatlah sudah.

 

Aku tidak menyangka ada seseorang di dalam tapi memang ada. Bahkan lebih parahnya lagi itu merupakan seorang gadis, dan dia sedang di tengah mengganti pakaian. Dengan kata lain, di depanku merupakan sebuah pemandangan seorang gadis hanya menggunakan pakaian dalamnya saja.

(TL: !!!)

 

Namanya Hina Echizen. Dia mempunyai rambut pirang dengan potongan bob pendek, mata berkilau, kulit yang halus, seakan dia meninggalkan pori-pori kulitnya di perut ibunya. Ditambah lagi, dia memiliki tubuh lekuk di semua tempat yang tepat. Dia dengan posisi hanya menggunakan pakaian dalam sangat terlihat jelas bagiku, dia cukup cantik.

 

Muka Echizen menjadi merah selagi dia mencoba untuk menyembunyikan tubuhnya, dan perlahan, dia mulai menatapku.

 

“Berhenti melihat ! Shine ~e~e~e!! ” (Hina Echizen)
(i.e. Diiiiieeeeeeee!!)

 

Dia menendangku keluar sekuat tenaga, dan dibantinglah pintu untuk ke ruang ganti.

 

 

Apakah aku yang salah ?

 

Itu salahnya karena tidak mengunci pintu terlebih dahulu. Lagi pula, tidak mungkin aku bisa berhenti memandangnya jika dia terlihat sangat cantik. Sebaliknya, aku bukan seorang pria jika tidak melakukannya.

(TL: Bukan Beta MC. Inilah sebabnya series ini diterjemahkan.)

 

Yah, itu juga benar jika aku memeriksa shift untuk hari ini, aku bisa saja mengasumsikan kalau Echizen ada di ruang ganti … Tapi, tetap saja, tidak terlalu parah sampai dia harus menendangku sangat keras, bukan?

 

Selagi mencoba membuktikan diri sendiri tidak bersalah, pintu untuk ke ruang ganti perlahan terbuka, dan Echizen keluar sambil terlihat sedang dalam bad mood. Menatapku seperti itu, aku tidak akan terkejut jika dia membunuhku sekarang. Mencoba untuk tidak membuat marah Echizen yang seperti binatang buas, aku perlahan memasuki ruang ganti.

 

Pada kenyataannya, Echizen dan aku tidak pernah akur. Usia kami serupa dan kita mulai kerja di sini hampir berbarengan. Tapi anehnya, kami tidak cocok satu sama lain. Minat kami sangat berbeda arah dan insiden seperti tadi tidak jarang terjadi. Kemungkinan besar, sudah pasti dia membenciku.

 

Tidak seperti aku menyukai Echizen secara romantis, tapi karena kami merupakan rekan kerja, aku mau entah bagaimana caranya untuk akur. Aku sudah banyak sekali mencoba untuk berbicara dengannya, tapi aku selalu diabaikan atau dia merespon dengan hanya satu kata. Kesan kalau dia membenciku sangatlah kuat.

 

Namun, aku tidak akan menyerah, hari ini, aku akan berbicara dengan Echizen. Setelah membulatkan tekad, aku membuka pintu ruangan ganti .

 

” Hei Echizen, tentang sebelumnya, Maafkan a … ku … ” (Yoshiki Setsu)

 

Echizen tidak ada di tempat istirahat. Setidaknya masih ada 10 menit sampai shift-mu mulai, kau tahu ?

 

Sudah hampir satu jam sejak aku memulai shift-ku. Seperti biasa, hampir tidak ada pelanggan. Sang pemilik sibuk bersih-bersih dan menata dapur, tapi Echizen dan aku sangat bebas di bagian depan. Dengan situasi yang sekarang, kami berdua hanya berdiri diam tanpa berbicara satu sama lain. Selalu seperti ini. Terasa seperti aku sedang menahan nafas dan sedikit canggung.

 

” Echizen, kamu dari SMA Oumi, kan? Apakah kalian ada perjalanan sekolah atau apa pun seperti itu ? ” (Yoshiki Setsu)

 

Tidak dapat menahan kecanggungan, aku mencoba melempar percakapan tidak berguna sebagai awalan.

 

“…” (Hina Echizen)

 

Namun, dia terus mengabaikanku. Jarak di antara kami hanya sekitar 5 meter jadi bukan karena dia tidak mendengarku.

 

” Sekolah kami pada akhirnya pergi ke Hokkaido ~ . Aku pikir, jika kita melakukan wisata, aku sangat berharap untuk pergi luar negeri ~ . ” (Yoshiki Setsu)

 

“…” (Hina Echizen)

 

” Seperti Hawaii atau Guam. Tempatnya seperti sangat menyenangkan. ” (Yoshiki Setsu)

 

“…” (Hina Echizen)

 

“Hokkaido … mungkin …?” (Yoshiki Setsu)

 

“…” (Hina Echizen)

 

Ini parah, sepertinya jantungku terasa mau copot. Betapa bencinya dia terhadapku ? Apa ada manusia yang dapat mengabaikan seseorang begitu lamanya ? Aku merasa tidak ingin berbicara lagi untuk hari ini. Tapi tidak apa, aku akan mencoba untuk terakhir kalinya.

 

” Selain itu, Hokkaido sangat luas, kau tahu ? ” (Yoshiki Setsu)

 

“…” (Hina Echizen)

 

“…” (Yoshiki Setsu)

 

“…” (Hina Echizen)

 

“……” (Yoshiki Setsu)

 

“………” (Hina Echizen)

 

“………” (Yoshiki Setsu)

 

“………” (Hina Echizen)

 

“……… Ma-maaf .” (Yoshiki Setsu)

 

Aku benar-benar minat maaf.

 

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻