TMost Popular Girl Sit Next to Me Chapter 04

Oleh Alone of Nyx on February 17, 2018

 

— Every Morning the Most Popular Girl at School Sits Next to Me on the Train Bahasa Indonesia —

 

Chapter 04 —

 

 

” Heeey, bangun— ” (…)

 

” Hah? ” (Yoshiki Setsu)

 

Sudah pagi hari ketika aku terbangun karena suara ibuku. Biasanya, aku akan mengatur jam alarm, tapi sepertinya aku lupa melakukannya hari ini. Aku akhirnya menyia-nyiakan waktu ibuku karena hal ini. Maaf.

 

” Aku akan berangkat kerja sekarang. Jangan lupa pergi ke sekolah. ” (Yoshiki Setsu)

 

Setelah mengatakan hal itu, ibuku meninggalkan kamarku.

 

Aku melihat ibuku pergi seperti biasa dengan “Hati-hati di jalan”, dan membangunkan diriku sendiri. Karena aku masih mengantuk, aku masih belum bisa melihat dengan jelas.

 

Kira-kira satu menit berlalu seperti ini sebelum aku melihat jam. Jarum jam menunjuk ke arah 8.

 

Jadi sudah jam 8 pagi … aku tidur sekitar jam 3, jadi aku tidur sekitar 5 jam. Tidur selama ini, aku rasa aku tidak akan ketiduran di kelas. Mari bekerja keras untuk hari ini … tunggu dulu, jam 8?

 

Aku menggerakkan mataku untuk melihat jam dengan lebih teliti. Sangat jelas menunjukkan angka 8.

 

“…” (Yoshiki Setsu…)

 

” Aaaahhh—! Aku terlambat— ” (Yoshiki Setsu)

 

Aku sudah berteriak pagi-pagi sekali.

 

Biasanya, aku bisa meluangkan waktu sambil bersepeda ke stasiun. Hari ini, aku harus pergi secepat mungkin bagaimanapun juga.

 

Aku meninggalkan rumahku jam 8:15. Kereta berangkat pada pukul 8:30. Karena itu, aku hanya mempunyai waktu 15 menit untuk sampai ke stasiun.

 

Kau mungkin berpikir kalau berangkat lima menit lebih cepat tidak akan ada pengaruhnya, tapi bukan menjadi bagian dari klub olahraga, ini sangatlah sulit bagiku. Tapi jika seperti ini terus, aku seharusnya bisa sampai ke stasiun tepat pada waktunya. Jika tidak, aku akan terlambat untuk jam pelajaran pertama, bahkan aku akan kelewatan jam pelajaran kedua juga! Memotivasi diri untuk bekerja lebih keras, aku menginjak pedal dengan sekuat tenaga.

 

Pada akhirnya.

 

” … Hah ~, sialan. ” (Yoshiki Setsu)

 

Aku tidak berhasil tepat waktu. Aku bisa saja berhasil jika aku satu menit lebih cepat …

 

Kereta berikutnya datang satu jam kemudian pada pukul 9.30. Dengan kata lain, aku harus menunggu satu jam di stasiun ini tanpa melakukan apapun. Jika aku tahu hal ini akan terjadi, seharusnya aku tinggal di rumah saja. Aku hanya hampir berhasil lagipula, jadi mungkin sebaiknya aku tidak mencobanya.

 

Sambil menyesali tindakanku sebelumnya, aku duduk di salah satu kursi di stasiun. Tentu saja, tidak ada seorang pun di sana. Hanya ada angin sepoi-sepoi yang lembut. Pada hari kerja, pada saat seperti ini, aku akan menjadi satu-satunya di stasiun. Aku merasa bersalah, tapi pada saat bersamaan aku merasa lega.

 

Aku melamun di stasiun sekitar 30 menit. Aku benar-benar bosan. Ingin merubah pemandangan, aku berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke tempat karcis. Saat berjalan keluar, aku membuka mataku dengan lebar.

 

” Ke-kenapa … ” (Yoshiki Setsu)

 

Berdiri di sana adalah gadis yang dikatakan sebagai gadis tercantik di sekolah kami, Kii-san. Tunggu, apa yang dia lakukan di sini? Jika dia berencana naik kereta pada pukul 9:30 seperti aku saat ini, dia tidak akan sampai di sana sampai jam ketiga di mulai.

 

Mungkin, Kii-san juga ketiduran? Meski begitu, terjebak di stasiun seperti ini tetaplah aneh. Dia selalu sudah berada di kereta saat aku naik. Seharusnya dia tidak berangkat ke sekolah dari stasiun ini.

 

… OMG(TL: Demi bulan dan bintang), kenapa dia berada di sini?

 

Setelah berpikir sebentar tentang hal itu, aku masih belum mengerti. Nah untuk saat ini, dia tidak melihatku dari tempatku yang sekarang. Hmm, apa yang harus aku lakukan sekarang?

 

Jujur saja, aku sangat takut dengan apa yang terjadi dengan Kii-san sebelumnya, jadi aku tidak ingin mendekatinya. Jika dia melihatku, kemungkinan besar dia akan duduk di sebelahku. Lagi pula, itu adalah hal yang dia lakukan sampai sekarang. Aku tidak benar-benar tahu apa yang ada dipikirkannya, tapi dia selalu duduk di sampingku.

 

Karena itu, sekarang, aku harus memastikan kalau dia tidak menyadari kalau aku berada di sini. Hari ini, aku akan menghabiskan waktuku di kereta dengan nyaman dan sendirian.

 

Meskipun aku telah memutuskan apa yang harus aku lakukan, aku masih belum memutuskan bagaimana aku harus melakukannya. Tata letak stasiun cukup standar, dua platform dan dua kereta. Untuk naik kereta yang berangkat ke sekolah, aku harus naik ke platform yang berlawanan. Saat ini, aku berencana menggunakan tangga untuk sampai ke sisi lain, namun tangga bisa terlihat dari mana saja. Kau bisa langsung tahu kapan seseorang menggunakan tangga. Itu sebabnya, jika aku melakukannya sekarang, Kii-san dengan mudahnya bisa mengetahui kalau aku ada di sini.

 

Karena itu, aku hanya bisa menunggu di sini agar kereta datang lebih dulu. Begitu kereta tiba di stasiun, dan dia sudah berada di kereta, platform di sisi yang berlawanan tidak dapat terlihat. Selama aku naik gerbong terlebih dahulu, berbeda dari biasanya, Kii-san tidak akan sadar kalau aku berada di sini.

 

Dengan rencana yang aku pikirkan ini, tidak akan terjadi kesalahan. Memegang kepercayaan pada rencanaku, aku menunggu kereta datang.

 

Lalu, 30 menit kemudian, tepat pukul 9.30, kereta tiba.

 

Aku selalu memikirkan ini, tapi untuk mendapatkan kereta tiba tepat pada waktunya seperti ini, sistem perkeretaapian Jepang benar-benar menakjubkan. Nah, kesampingkan hal itu, bagian selanjutnya merupakan bagian yang sulit. Aku bergegas ke platform yang berlawanan. Tidak ada tanda-tanda orang yang menunggu di platform. Sepertinya dia sudah masuk. Bagus, seperti yang aku rencanakan. Yang perlu aku lakukan adalah menemukan tempat duduk di gerbong pertama.

 

Aku bergegas ke kereta. Suara yang datang dari gemerincing kereta lebih kencang dari biasanya, tapi masih banyak kursi kosong. Untuk saat ini, aku ingin mengambil tempat duduk secepat mungkin, jadi aku duduk di kursi yang paling dekat.

 

” Fiuh. ” (Yoshiki Setsu)

 

Lalu, aku menghela nafas. Aku sedikit berkeringat, tapi aku tidak mempermasalahkannya. Sudah beberapa bulan lamanya sejak aku bisa naik kereta sendirian. Aku merasa lega dan tenang. Ah—, sangat menyegarkan.

 

” Oh, hari ini kamu duduk di sini. ” (Mamiko Kii)

 

… Eh? (TL: … EH?)

 

” Lain kali jangan terlambat. … Aku benar-benar khawatir … ” (Mamiko Kii)

 

Nggak, tunggu bentar. Kenapa?

 

Saat ini, pikiranku dalam keadaan panik. Kii-san tiba-tiba muncul di depanku dan secara paksa duduk di sampingku. Pikiranku berhenti bekerja. Wajah Kii-san memerah dan sepertinya dia mengatakan sesuatu, tapi sejujurnya, aku tidak mendengar apapun.

 

” Nggak, tunggu bentar, bagaimana caranya kau mengetahui kalau itu aku …? ” (Yoshiki Setsu)

 

” Aku bisa menemukanmu sangat cepat ~. Selama itu Yoshiki-kun aku bisa menemukanmu di manapun kau berada ~. ” (Mamiko Kii)

 

“!!!” (Yoshiki Setsu)

 

Akhirnya, dia meraih lenganku. Melihatnya dari samping, seolah-olah kita adalah pasangan. Tidak, sungguh, apa yang sedang terjadi? Ada apa dengan situasi ini !? Pada akhirnya, hari aku masih belum bisa memahami maksud dan tujuannya.

 

Selain itu, dia mengatakan kalau dia tidak menginginkan hal seperti ini terjadi lagi, jadi aku akhirnya bertukar nomor telepon dengan Kii-san.

 


Sebelumnya | —

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻