TMost Popular Girl Sit Next to Me Chapter 00

Oleh Alone of Nyx on February 15, 2018

– Every Morning the Most Popular Girl at School Sits Next to Me on the Train Bahasa Indonesia –

Chapter 00 –

 

 

Ketika aku ditanya apa yang paling aku nantikan saat SMA, adalah saat berangkat ke sekolah dengan kereta api. Saat SMP, berangkat ke sekolah menggunakan kereta memiliki daya tariknya sendiri. Serasa seperti menjadi dewasa. Namun, perasaan tersebut cepat matinya. Sekarang merupakan tahun ke dua di SMA dan aku sudah terbiasa berangkat pulang pergi menggunakan kereta. Sebaliknya , aku membencinya.

 

Hidup di daerah pedesaan, datangnya kereta sekali atau dua kali dalam sejam. Ditambah lagi, mengendarai sepeda dari rumahku untuk sampai ke stasiun sekitar 20 menit. Aku merasa kehidupan di mana aku selalu kekurangan waktu menjadi merepotkan. Semua orang dewasa di dunia yang menjalani kehidupan seperti ini, berangkat menggunakan kereta yang ramai dan bergoyang ke kota … sungguh merepotkan. Setelah menjadi siswa SMA, aku merasakan kalau aku tidak ingin menjadi bagian dari masyarakat. Sekarang aku sudah menjadi SMA kelas 2, muncul kekhawatiran baru. Sesuatu yang berhubungan dengan berangkat menggunakan kereta.

 

Hari ini, aku juga mengendarai sepedaku selama 20 menit, dan tiba di stasiun. Meskipun sekarang bulan Mei, bersepeda selama dua puluh menit ke stasiun masih membuatku berkeringat. Ketika aku sampai di stasiun, aku mengelap keringatku di kamar mandi dan memasuki stasiun.

 

Di dalam stasiun sangat memberi kesan pedesaan. Di dalam, selain beberapa kursi untuk orang duduk, di sana hanya ada mesin tiket penjual dan setumpuk koran lokal. Tanpa sebuah gerbang tiket, itu tampak seperti siapa saja bisa masuk. Aku memikirkan hal seperti itu, dan menahan untuk melakukan hal tersebut. Berjalan ke luar, aku bisa mendengar suara obrolan dan melihat banyak orang.

 

Ada orang yang memakai jas, dan lainnya memakai seragam sekolah. Semua anak sekolah pada dasarnya orang yang pergi ke SMP sama sepertiku. Di antara mereka, ada beberapa yang biasa aku ajak bicara. Namun, setelah berangkat menggunakan kereta setiap hari, kami lama-kelamaan berhenti berbicara satu sama lain. Hari ini juga, aku pura-pura tidak melihat teman baikku yang berada di depanku, dan melewatinya, tiba di tempat biasa aku menunggu kereta.

 

Kereta yang aku naiki selalu berangkat pada jam 07.52. Tempat aku bersekolah merupakan sekolah yang cukup ketat, namun, di sana tidak ada kegiatan ekstrakurikuler di pagi hari, itu sendiri merupakan sebuah tantangan. Menurut sekolah, bangun pagi-pagi akan menyebabkan kurang tidur dan akan menyebabkan penurunan kemampuan akademik siswa. Namun, karena kelas sampai malam, masalah dengan tidur masih terus ada. Omong-omong, anak SMA yang tidur lebih dari sepuluh jam merupakan makhluk yang akan merasakan kantuk dengan cepat. Aku merasa bahwa kurangnya jam tidur seharusnya menjadi hal terakhir yang mereka khawatirkan.

 

Selagi menguap dan berpikir tentang hal seperti itu, kereta berhenti dengan pemberitahuan akan sesampainya. Kereta hanya sepanjang 2 mobil. Untuk jalur Sandai yang aku gunakan, kereta paling panjang hanya sepanjang 2 mobil, dan terkadang hanya sepanjang satu mobil. Sangat pedesaan.

 

Meskipun jumlah mobil yang sedikit, di dalam kereta sangat tidak ramai. Kereta mungkin pergi ke sebuah stasiun dekat SMA yang membuatnya banyak anak sekolahan turun, tapi ketika aku menaiki kereta api, aku masih dapat menemukan tempat duduk. Sungguh, terima kasih pedesaan.

 

Ditambah lagi, tempat duduk kereta ini tidak diatur dengan kursi yang saling berhadapan dari samping, membuat penumpang duduk menghadap lurus ke arah perjalanan. Sebaliknya, tempat duduk ditetapkan sepasang di kedua sisi jadi membuat baris. Di setiap pasang, terdapat sebuah jalan, cukup lebar untuk satu orang berjalan. Juga, masing-masing sepasang tempat duduk bisa di putar dan membuatnya menghadapi baris yang lain, membuat kelompok tempat duduk untuk empat orang. Kemungkinan besar, tempat duduk yang dapat di atur seperti sangat sulit ditemukan di kota, tapi di pedesaan, hal seperti ini sangatlah biasa.

 

Hari ini, seperti biasa, aku duduk di tempat duduk kosongku yang biasa. Setelah pulang pergi naik kereta selama setahun, tempat yang aku duduki menjadi tempat duduk tetap, di mana aku menduduki selalu tempat yang sama. Namun, sebulan yang lalu, kejadian normal ini menjadi tidak biasa.

 

” Permisi. Boleh aku duduk di sebelahmu …? ”  (girl)

 

Hari ini juga, dia duduk di sebelahku. Meskipun masih banyak kursi kosong yang lain, untuk alasan tertentu, dia memutuskan untuk duduk di sebelahku.

 

Namanya Mamiko Kii .

 

 

 

Walaupun sedikit ketinggalan jaman, dia memberi kesan yang ramah. Wajah yang rapi, rambut hitam panjang dan mengkilap, dan ditambah lagi, suasana menenangkannya yang dia pancarkan, semua membuatnya gadis yang cukup populer di sekolah kami. Semua anak perempuan kelas 2, dia merupakan gadis tercantik, meskipun anak perempuan kelas 2 dianggap sebagai gadis tercantik di sekolah.

 

 

 

Tentu saja, ini membuat Kii-san sangat populer .

 

 

 

Rumor mengatakan kalau dia telah menerima pengakuan cinta oleh lebih dari 50 orang, entah itu kakak kelas, adik kelas, orang dari tahun yang sama, bahkan guru. Yah, aku berharap rumor tentang guru sebuah kebohongan.

 

Orang seperti inilah yang memutuskan untuk duduk di sebelahku. Tentu saja, aku gugup. Mungkin Kii-san … diam-diam mengejekku, jika tidak, aku tidak tahu kenapa dia melakukan hal ini. Aku ingin bertanya kenapa dia mau duduk di sebelahku, tapi bertanya seperti itu seperti aku tidak ingin dia duduk di sebelahku. Karena itulah, aku tidak bisa menanyainya.

 

Sampai situ, aku akan bermain game di kereta, tapi karena wanita tercantik di sekolah duduk di sebelahku membuatku sadar diri, mencegahku untuk mengeluarkan smartphone. Jadi, hari ini, untuk mencegah diri dari berpandangan mata dengannya, aku bersandar di dinding kereta dan menikmati pemandangan di luar yang merupakan sawah padi.

 

Sigh ~, hari ini aku juga tidak bisa melakukan quest pagi ini … Entah bagaimana, aku merasakan sesuatu menyentuh tubuhku …?

 

Aku tidak bisa memahami situasi saat ini. Untuk alasan tertentu, Kii-san menyenderkan tubuhnya ke arahku. Wajah Kii-san sedikit memerah selagi dia memandang ke depan dengan ekspresi yang aneh. Dia tampak sedikit tidak puas …

 

Aku tercengang, selagi ekspresiku kaku. Really, kenapa kau duduk di sebelahku? Atau lebih tepatnya lagi, kenapa kau bersandar padaku!?

 

Itu merupakan pertanyaan yang muncul padaku hari ini.

 


| Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻