TMost Popular Girl Sit Next to Me Chapter 01

Oleh Alone of Nyx on February 15, 2018

 

– Every Morning the Most Popular Girl at School Sits Next to Me on the Train Bahasa Indonesia –

Chapter 01 –

 

Yoshiki Setsu Pov-

 

Ada dua stasiun di dekat SMA Touyama, tempat di mana saat ini aku sedang tuju. Salah satunya, yang aku gunakan, adalah SMA Touyama di jalur Sandai. Perhentian ini berpusat di distrik perumahan, dan ada beberapa toko di sekitarnya.

 

Yang lainnya adalah Stasiun JP Touyama. Ini merupakan stasiun terbesar di daerah tersebut. Jumlah orang yang keluar dari SMA Touyama lebih sedikit secara signifikan dibandingkan dengan jumlah orang yang keluar dari Stasiun Touyama. Di sekitar stasiun ada mal besar, beberapa perusahaan, sekolah, dan berbagai institusi lainnya. Kawasan ini sangat ramai di hari kerja maupun di akhir pekan.

 

Dari semua siswa/i SMA kami, sekitar 70% dari mereka melakukan perjalanan pulang melalui Stasiun Touyama. Ngomong-ngomong, sekitar 20% menggunakan bus atau sepeda, dan 10% sisanya menggunakan jalur Sandai sepertiku. Cukup mengejutkan betapa sedikit orang yang menggunakan jalur Sandai untuk bepergian.

 

Nah, karena inilah, jumlah siswa di jalur antara Stasiun SMA Touyama dan SMA itu sendiri sangat sedikit. Di tambah lagi, para siswa memilih jalur Stasiun SMA Touyama, mungkin karena merasa standarnya kurang dengan Stasiun Touyama, keseringan sangat sepi. Aku juga sangat pendiam, tapi karena aku berasal dari pedesaan dan aku tidak ingin kelihatan mencolok.

 

Jadi, hari ini, aku juga meluangkan waktuku, berjalan menyusuri jalan sepi di mana mobil tidak bisa melewatinya.

 

” Hei, Setsu. Benarkah Kii-san mempunyai pacar? ” (entah)

 

Saat aku memasuki kelas dan duduk di kursi terjauh di belakang, teman sekelasku, Sagami, menanyakan hal ini padaku.

 

Dia seorang idiot. Seharusnya itu sudah menjadi pengenalan yang cukup bagus baginya.

 

Omong-omong namaku adalah Yoshiki Setsu. Hampir semua orang memanggilku Setsu.

 

” Pacarnya Kii-san? Aku tidak mengetahui apapun tentang itu … ” (Yoshiki Setsu)

 

“Seperti yang aku duga ~. Kau tidak tahu ~ ” (Sagami)

 

“Sebenarnya, kenapa kau berpikir kalau aku tahu hal itu?” (Yoshiki Setsu)

 

Pada dasarnya aku tidak tertarik sedikit pun ketika membicarakan hubungan orang lain. Siapa peduli jika orang ini pacaran dengan seseorang? Percakapan yang harus diakhiri dengan hanya, “Ah ~, iya kah”.

 

Tentu saja, jika itu tentang seseorang yang aku sukai atau seseorang yang teman dekatku sukai, aku akan sedikit tertarik, tapi ketika menyangkut seseorang yang tidak memiliki sangkut pautnya denganku, maka tidak ada alasan bagiku untuk peduli.

 

Namun, Sagami sepertinya menyukai gosip semacam itu, dan tetap akan memberitahuku seakan tidak peduli. Bukannya kau memiliki teman selain aku?

 

Aku memandang Sagami dengan ekspresi terkejut. Kemudian, meski kurangnya kemampuan mengumpulkan informasi, dia mulai menceritakan hal-hal yang belum pernah aku dengar sebelumnya.

 

” Sebenarnya, anak kelas 3 menyatakan cintanya kepada Kii-san kemarin, dan dia menolaknya dengan mengatakan kalau dia sudah mempunyai pacar! Kii-san sepertinya tidak suka berbohong, jadi mungkin dia benar-benar mempunyai pacar! ” (Sagami)

 

Sagami berdiri dengan penuh semangat. Mengapa dia begitu bersemangat? Yah, aku rasa itu seperti biasanya.

 

” Dia punya pacar atau tidak, tidak ada efeknya bagimu. ” (Yoshiki Setsu)

 

” Sangat menyedihkan! Sangat disesalkan! ” (Sagami)

 

” Sungguh, ini bukanlah masalah besar. ” (Yoshiki Setsu)

 

Setelah beberapa detik, Sagami kehilangan energinya dan jatuh kembali ke tempat duduknya. Sekarang apa?

” Tidak bagus, meskipun aku tahu, tidak mungkin bagiku menjadi pacar Kii-san. Karena itulah, aku ingin pria yang menjadi pacarnya kelihatan berani dan keren. ” (Sagami)

 

Ada apa dengan ekspresi suram mendadaknya. Apa yang terjadi dengan semua energi yang kau miliki beberapa waktu yang lalu, emosimu sangat tidak stabil. Namun, karena Sagami terlihat sangat menyedihkan, aku memutuskan untuk memberi tahu dia apa yang aku ketahui.

 

” Yah, aku tidak tahu apakah ini akan membantumu, tapi saat dia naik kereta, tidak ada orang yang terlihat seperti pacarnya. ” (Yoshiki Setsu)

 

Meskipun, seseorang melihat kami, seseorang mungkin mengira aku adalah pacarnya.

 

” A-apakah itu benar !? ” (Sagami)

 

” Ya… ” (Yoshiki Setsu)

 

” Iyakah? Di kereta …? ” (Sagami)

 

” Ah, apa aku tidak memberitahumu? Dia berangkat menggunakan kereta yang sama denganku. ” (Yoshiki Setsu)

 

” … ” (Sagami)

 

Mendengar kata-kataku, Sagami membuka mulutnya dan berhenti seperti itu. Lalu, secara bertahap otot-otot di wajahnya mulai bergerak lagi.

 

” Haaaaa !? Kau benar-benar mengatakannya! Kii-san, tinggal di pedesaan !? ” (Sagami)

 

” Yeah, memang. Sebenarnya, jangan menyebutnya pedesaan, itu daerah perumahan. ” (Yoshiki Setsu)

 

Saat aku membentaknya, Sagami terjatuh ke mejaku dengan putus asa.

 

” Kau bohong … Kii-san yang itu, tinggal di pedesaan … sangat mengirikan hati! ” (Sagami)

 

” Sudahku bilang, bukan pedesaan, itu adalah kawasan perumahan. ” (Yoshiki Setsu)

 

” Sialan! Jika dia di kereta bersamamu, kau dapat mengambil beberapa gambar kan? Dia bahkan mungkin duduk di sebelahmu di kereta … sialan! ” (Sagami)

 

Terlihat begitu iri, sebenarnya tidak mungkin aku mengatakan kepadanya kalau dia benar-benar duduk di sampingku. Sebenarnya sih, betapa sukanya kau ke Kii-san.

 

” Mungkin kau bahkan bisa merasakan dadanya …” (Sagami)

 

” Tidak mungkin, idiot. ” (Yoshiki Setsu)

 

Bukanya suka, mungkin saja dia orang mesum …

 

 

 

Mamiko Kii PoV-

 

” Mamiko, kau hari ini kelihatan senang lagi. ” (Girl)

 

Sesampainya aku di sekolah, sahabatku, Yuuka-chan menyapaku. Ekspresinya tampak agak terkejut. Bahkan aku pun tidak mengerti mengapa dia memiliki ekspresi seperti itu.

 

” Kau hari ini berangkat dengan pacarmu lagi? ” (Yuuka)

 

” Un! ” (Mamiko Kii)

 

” Aura yang kau pancarkan sangat menyenangkan sehingga bisa membuat orang lain merasa malu. ” (Yuuka)

 

” I-iyakah? Ehhhh ~ ” (Mamiko Kii)

 

” Itu bukan pujian, kau tahu. Bukankah tidak apa-apa untuk memberitahuku sekarang? Pacar Mamiko. Apakah seseorang dari sekolah ini? ” (Yuuka)

 

Yuuka-chan tidak mau menyerah dan menanyakan hal ini padaku.

Tapi aku…

 

“… Maaf, aku tidak bisa memberi tahumu.” (Mamiko Kii)

 

Ya, karena dia sangat pemalu, aku tidak ingin menyebarkannya ke sekitar kalau kita pacaran. Aku benar-benar ingin menceritakannya sekarang juga, tapi memikirkannya, tidak mungkin aku bisa mengatakannya.

 

” Ya sudah, kalau begitu, kuharap kau bahagia. ” (Yuuka)

 

Jawabnya, Yuuka-chan tersenyum dan kembali ke tempat duduknya sendiri. Di hatiku, aku meminta maaf kepada Yuuka-chan sekali lagi, dan bergeletak di mejaku. Aku teringat lagi apa yang terjadi di kereta pagi ini.

 

Hari ini, aku bersandar padanya. Ahhhh. Apa yang dia pikirkan? Apakah dia membenciku karena hal itu? Tapi, itu salah Yoshiki-kun, menjaga jarak dari pacarnya. Hari ini spesial, aku tidak akan melakukan hal yang sama lagi. Lain kali, Yoshiki-kun akan melakukannya … aku benar-benar menginginkan itu … Jika dia melakukannya …

 

” Nnn ~, fufufufufufu. ” (Mamiko Kii)

 

Oh tidak, hanya membayangkan saja membuatku sebahagia ini. Dia masih belum berbicara denganku, tapi jika dia melakukannya, oh … aku tidak akan bisa menahan diri untuk tidak tersenyum … fufu, eheheh.

 

Kita sudah pacaran selama sepuluh tahun. Aku berharap segera melakukan sesuatu seperti orang pacaran pada umumnya. Aku yakin wajahku sedang tersenyum sekarang. Bahkan meskipun aku mengetahuinya, aku tidak dapat menahan diri.

 

Fufufu, semoga kita bisa saling berbicara besok.

 

TL : Yah, ternyata sudah 10 tahun toh. Dari dulu jadi cuma ngeliat dari jauh di dalam kereta padahal udah ‘pacaran’ 10 tahun. Un! Kalimat penting harus diucapkan 2x.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻